
DI
S
U
S
U
N
Oleh
CUT BIDIN
Npm. 1011010036
Mata Kuliah : Seminar Zoologi
Dosen Pengasuh : Drs. Ibrahim Sufie,M.Pd
Almukarramah, S.Pd
![]() |
JURUSAN
BIOLOGI
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
SERAMBI MEKKAH
BANDA
ACEH
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Baru-baru ini di Surabaya terutama daerah Kenjeran dan Wonorejo
dikejutkan oleh meningkatnya serangan jutaan Tomcat. Apakah Tomcat itu? Mengapa
serangga ini begitu meresahkan? Serangga yang memiliki nama ilmiah Paederus
fuscipes ini berasal dari famili Staphylinidae. Tomcat memiliki
sepasang sayap depan yang keras yang disebut elyptra menutupi sayap belakang
yang digunakan untuk terbang.
Habitat dari Tomcat ini sebenarnya ada di lahan pertanian. Dia adalah
predator dari hama wereng dan kepik yang menyerang tanaman padi.
Berdasarkan racun yang dihasilkannya, serangga ini juga memiliki nama Ilmiah Paederus
fuscipes. Serangga
ini menyebarkan racun bukan dengan menggigit atau menyengat, melainkan hanya
dengan bersinggungan langsung dengan kulit manusia racun langsung menempel dan
menginfeksi. Hal ini dikarenakan seluruh bagian tubuhnya mengandung racun
Pederin (yang kekuatannya bahkan bisa 12x lebih ganas dan mematikan dari pada
racun Ular Kobra jika masuk dan menginveksi ke dalam darah). Selain itu, bagian
kulit lain, baik pada individu yang sama maupun berbeda dapat terkena racun
pederin jika bersinggungan dengan bagian kulit yang teriritasi. Racun Tomcat
jika terkena kulit manusia akan menyebabkan kulit kemerahan dan munculnya
cairan seperti nanah dari bagian tengah luka tersebut. Sekilas iritasi kulit
ini mirip dengan yang dialami oleh penderita herpes yang disebabkan oleh virus.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Sejarah Serangga Tomcat (Paederus fuscipes)
Semut Semai atau Serangga Tomcat : Paederus fuscipes, disebut pula Kumbang (Rove Beetle) atau dengan nama
daerah Semut Kayap Charlie di
Indonesia, adalah kelompok utama dari hewan beruas “
Antropoda” yang termasuk dalam keluarga besar
Kumbang (Staphylinidae), terutama dibedakan oleh panjang pendeknya penutup
pelindung ("sayap
berlapis") yang meninggalkan lebih dari setengah dari perut mereka
terbuka. Dengan lebih dari 46.000 spesies dalam ribuan generasi, kelompok ini
adalah keluarga kedua terbesar kumbang setelah Curculionidae “Kumbang” yang sebenarnya).
Serangga ini termasuk kelompok serangga kuno, dengan serangga tomcat diketahui dari
Jaman Triassic atau pemusnahan mahluk hidup di sekitar 200 juta tahun lalu.
B.
Klsifikasi Ilmiah Serangga Tomcat
|
Kerajaan
|
|
|
Filum
|
:Antropoda
|
|
Kelas
|
:Insacta
|
|
Ordo
|
:Celeoptera
|
|
Upaordo
|
:Polyopgaha
|
|
Infraordo
|
:Staphyliniformia
|
|
Superfamili
|
:Staphylinoidea
|
|
Famili
|
:Staphylinoidea
|
|
Upafamili
Spesies
|
:Staphylinoidea
: Paederus fuscipes
|
|
|
C.
Marfologi Serangga Tomcat
Seperti bisa diduga untuk suatu keluarga kumbang yang besar,
terdapat variasi besar di antara spesies. Ukuran berkisar antara 1 hingga 35 mm
(1,5 inci), dengan sebagian besar di kisaran 2-8 mm, dan bentuk umumnya
memanjang, dengan beberapa serangga tomcat yang berbentuk bulat telur. Badannya
berwarna kuning gelap di bagian atas, bawah abdomen dan kepala berwarna gelap.
Pada antena kumbang biasanya 11 tersegmentasi dan filiform, dengan clubbing
moderat dalam beberapa generasi kumbang.
![]() |
Biasanya, kumbang ini terlihat merangkak di kawasan
sekeliling dengan menyembunyikan sayapnya dan dalam sekali pandang ia lebih
menyerupai semut. Apabila diganggu kumbang ini akan menaikkan bahagian abdomen
supaya kelihatan seperti kala jengking untuk menakutkan musuh.
D.
Habitat Serangga
Tomcat
Habitat lingkungannya berupa tambak
liar dan ada sedikit semak-semak. Sebenarnya serangga tersebut bersifat
kosmopolitan, artinya berada dimana-mana dan suka daerah yang lembab, bisa di
lantai tanah maupun lantai keramik juga bisa. Tempat yang lembab dan tanaman,
seperti padi dan jagung merupakan wilayah yang paling disukai. Mereka termasuk
salah satu predator wereng. Serangga ini merupakan kelompok serangga pertanian,
sebagai Predator dari hama pertanian seperti wereng dan lainnya.
E.
Ciri-ciri Serangga Tomcat (Paederus fuscipes)
Ciri-Ciri
Serangga Tomcat Inilah beberapa ciri-ciri serangga Tomcat :
1. Tomcat
berwarna dominan hitam kecoklatan dengan sayap berwarna biru kehitaman. Bagian
perutnya berwarna oranye kemerah-merahan.
2. Tomcat
terlihat seperti semut dengan antenanya namun tubuhnya lebih panjang.
3. Tomcat
biasa ditemukan di daerah lembab karena itulah habitat aslinya. Biasanya Tomcat
berkembang biak di sawah, sekitar sungai, dan rawa-rawa.
4. Tomcat
sangat tertarik pada cahaya, terutama cahaya lampu. Biasanya serangga ini
terbang mengitari lampu.
5. Tomcat
biasanya terbang berkelompok namun hanya kelompok kecil. Namun tak jarang juga
mereka terbang sendirian.
Kumbang Paederus fuscipes atau Tomcat berkembang biak
di dalam tanah dan tempat-tempat yang lembap, seperti galengan atau pematang
sawah, tepi sungai, daerah berawa dan hutan. Telurnya diletakkan di dalam
tanah, begitu pula larva dan pupanya yang juga hidup dalam tanah."Setelah
dewasa (menjadi kumbang) barulah serangga ini keluar dari dalam tanah dan hidup
pada tajuk tanaman," kata guru besar Entomologi Institut Pertanian Bogor
(IPB) Prof. Dr. Ir. Aunu Rauf, M.Sc
Selasa, (20 Maret 2012).
G.
Siklus hidup Serangga Tomcat
Siklus hidup serangga ini terdiri dari telur, Larva, Pupa Dan Imago (Serangga Dewasa)
dari sejak telur diletakkan hingga menjadi kumbang dewasa sekitar 18 hari,
dengan perincian stadium telur 4 hari, larva 9 hari, dan pupa 5 hari. Kumbang
dapat hidup hingga 3 bulan. Seekor kumbang betina dapat meletakkan telur
sebanyak 100 butir telur.
H.
Perbedaan
Jantan dan Betina
Serangan
Tomcat yang tengah melanda beberapa daerah cukup membuat masyarakat setempat
resah. Masyarakat diminta lebih waspada terhadap Tomcat betina, karena mengandung lebih banyak racun. Pakar
entomologi (ilmu tentang serangga) dari Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas
Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Aunu Rauf mengatakan, racun pada
Tomcat terkandung dalam cairan darahnya. Dalam darah Tomcat, terdapat 'pederin'
yang apabila terkena kulit manusia akan menimbulkan iritasi. Pederin sendiri
dihasilkan oleh bakteri endosimbion. "Yang menarik bahwa endosimbion lebih
banyak ditemukan pada serangga betina dibandingkan serangga jantanUntuk
membedakan antara Tomcat jantan dan betina, lanjut dia, dapat dilihat dari
ukurannya. Tomcat betina lazimnya memiliki ukuran lebih besar dari pada Tomcat Jantan Aunu menambahkan, Tomcat
sebenarnya tidak menggigit. Namun apabila tergencet, maka cairan tubuh Tomcat
akan langsung mengenai kulit dan menyebabkan iritasi yang cukup parah. Luka
iritasi ini biasanya akan sembuh dalam 5 -10 hari. "Jika dihinggapi
Tomcat, jangan ditepuk.
I.
Racun Yang Terdapat Pada Serangga Tomcat
Tomcat tidak mengigit atau pun menyengat. Tomcat akan
mengeluarkan cairan secaraotomatis bila bersentuhan atau bersentuhan dengan secara langsung. Gawatnya, Tomcat juga
akan mengeluarkan cairan racunnya ini pada benda-benda, ataupun benda-benda
lainnya. Pada jenis serangga tertentu, terdapat cairan yang diduga 12 kali
lebih kuat dari bisa ular kobra. Cairan hemolimf atau toksin ini disebut
sebagai 'Aederin' (C24H43O9N)
Jika sudah terkena dermatitis, segera bersihkan seprei, sapu tangan, handuk,
pakaian maupun benda-benda yang disinyalir terkena racun tomcat.
J.
Pencegahan
serangan Tomcat terhadap manusia
- Untuk
menghindari gangguan Tomcat dapat dilakukan dengan mengurangi penerangan
dan menutup rapat jendela `serta pintu rumah.
- Hindari
duduk di bawah penerangan lampu
- Pasang
kelambu dan menggunakan pakaian yang tertutup juga dapat mengurangi kontak
ke badan
- Gunakan
lotion anti serangga sebelum tidur
- Apabila
serangga ini masuk rumah dan menempel pada kulit kita, upayakan jangan
diganggu atau digencet karena akan mengeluarkanm cairan racun paederin yg
dapat nmenyebabkaniritasi kulit dengan gejala memerah dan melepuh seperti
terbakar (dermatitis).terlebih apabila di garuk, tapi diusir dengan ditiup
atau diusir dengna kain.
- Apabila
cairan racun serangga ini sudah menempel di kulit atau di baju segera
basuh dengan air sabun hingga bersih , karena efek racun ttersebut belum
akan bereaksi dengan kulit hingga 12 -36 jam.
K.
Pengendalian
Serangga Tomcat
- Upaya
pegendalian yang mungkin dapat diupayakan yaitu dengan memasang perangkap
lampu pada malam hari. Memasang perangkap kuning berperekat pada
pertanaman juga dapat mengurangi poppulasi serangga tersebut.
- Penyemprotan
tanaman dengan pestisida nabti berbahan tanaman mimba, serai wangi, minyak
cengkeh dsb. di sekitar rumah.
- Menjaga
keseimbangan predator dan mangsa.
L.
Pran Serangga Tomcat Dalam Kehidupan
Manusia
"Kumbang Paederus fuscipes tergolong serangga
predator yang makan pada serangga lain. Kumbang ini banyak dijumpai di sawah,
dan merupakan musuh alami dari hama-hama padi," Pada siang hari, kumbang
tomcat aktif berjalan cepat menyusuri rumpun padi untuk mencari mangsanya yang
berupa hama-hama padi, termasuk hama wereng cokelat. Kumbang tomcat juga bisa
ditemukan di pertanaman kedelai, jagung, kapas, tebu dan sejenisnya.
Jadi, sebetulnya kumbang tomcat ini adalah serangga yang
bermanfaat bagi petani karena membantu mengendalikan hama-hama padi.
Namun, Tomcat saat ini juga menyerang manusia, seperti yang
terjadi pada warga kompleks apartemen di Surabaya. Kemungkinan pemukiman itu
dibangun di lokasi perkembangbiakan binatang ini. Di sisi lain, populasi
kumbang meningkat menjelang berakhirnya musim hujan.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
A.Kesimpulan
Dari uraian di atas yang telah di jelaskan pada bagian
sebelumnya, maka dapat kami simpulkan adalah sebagai berikut:
·
Semut Semai atau Serangga
Tomcat : Paederus fuscipes, disebut pula Kumbang (Rove Beetle) atau dengan nama
daerah Semut Kayap Charlie di
Indonesia, adalah kelompok utama dari hewan beruas “Antropoda”
yang termasuk dalam keluarga besar Kumbang
(Staphylinidae), terutama dibedakan oleh panjang pendeknya penutup pelindung ("sayap berlapis")
yang meninggalkan lebih dari setengah dari perut mereka terbuka.
·
Jika terkena Tomcat, segera basuh dengan
air sabun dan oleskan salep Hydrocortisone 1% atau salep Betametasone +
Antibiotic Neomycin Sulfat 3x sehari atau salep Acyclovir 5%.
·
Jangan menyalakan lampu pada malam hari
karena serangga Tomcat suka dengan tempat yang terang.
·
Semprot dengan obat anti serangga agar
serangga Tomcat menyebar luas.
·
Serangga Tomcat memiliki racun yang
sangat berbahaya, walau begitu serangga Tomcat memiliki dampak positif antara
lain dapat membasmi hama wereng yang biasanya ada di padi yang baru dipanen.
B.Saran-saran
Pada akhir makalah ini, kami dari penulis akan
memberikan bebarapa saran, yaitu sebagai berikut:
1. Dengan
terselesainya makalah Serangga
Tomcat (Paederus fuscipes) ini maka kami
menyarankan, agar kita semua lebih memperdalam lagi mempelajari tentang “Entomologi” dalam kehidupan kita sehari-hari.
2. Kepada Teman-teman, kami harapkan
agar kiranya tetap berusaha di dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan
pengamatan yang lebih dalam.
DAFTAR PUSTAKA
http://en.wikipedia.org/wiki , Paederus fuscipes. Di akses 2012/09/18. Banda Aceh
http://suarasurabaya.blogspot.com, Tomcat menyerbu surabaya. Di
akses 2012/09/18. Banda Aceh





