Senin, 29 Februari 2016

makalah serangga

SERANGGA TOMCAT ( Paederus fuscipes )
DI
S
U
S
U
N
Oleh
CUT BIDIN
Npm. 1011010036

Mata Kuliah              : Seminar Zoologi
Dosen Pengasuh        : Drs. Ibrahim Sufie,M.Pd
  Almukarramah, S.Pd

 












JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH
BANDA ACEH
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Baru-baru ini di Surabaya terutama daerah Kenjeran dan Wonorejo dikejutkan oleh meningkatnya serangan jutaan Tomcat. Apakah Tomcat itu? Mengapa serangga ini begitu meresahkan? Serangga yang memiliki nama ilmiah Paederus fuscipes ini berasal dari famili Staphylinidae. Tomcat memiliki sepasang sayap depan yang keras yang disebut elyptra menutupi sayap belakang yang digunakan untuk terbang.
Habitat dari Tomcat ini sebenarnya ada di lahan pertanian. Dia adalah predator dari hama wereng dan kepik yang menyerang  tanaman padi.  Berdasarkan racun yang dihasilkannya, serangga ini juga memiliki nama Ilmiah Paederus fuscipes. Serangga ini menyebarkan racun bukan dengan menggigit atau menyengat, melainkan hanya dengan bersinggungan langsung dengan kulit manusia racun langsung menempel dan menginfeksi. Hal ini dikarenakan seluruh bagian tubuhnya mengandung racun Pederin (yang kekuatannya bahkan bisa 12x lebih ganas dan mematikan dari pada racun Ular Kobra jika masuk dan menginveksi ke dalam darah). Selain itu, bagian kulit lain, baik pada individu yang sama maupun berbeda dapat terkena racun pederin jika bersinggungan dengan bagian kulit yang teriritasi. Racun Tomcat jika terkena kulit manusia akan menyebabkan kulit kemerahan dan munculnya cairan seperti nanah dari bagian tengah luka tersebut. Sekilas iritasi kulit ini mirip dengan yang dialami oleh penderita herpes yang disebabkan oleh virus.


                                 
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Sejarah Serangga Tomcat (Paederus fuscipes)
Semut Semai atau Serangga Tomcat : Paederus fuscipes, disebut pula Kumbang (Rove Beetle) atau dengan nama daerah Semut Kayap Charlie di Indonesia, adalah kelompok utama dari hewan beruas “ Antropoda” yang termasuk dalam keluarga besar Kumbang (Staphylinidae), terutama dibedakan oleh panjang pendeknya penutup pelindung  ("sayap berlapis") yang meninggalkan lebih dari setengah dari perut mereka terbuka. Dengan lebih dari 46.000 spesies dalam ribuan generasi, kelompok ini adalah keluarga kedua terbesar kumbang setelah Curculionidae “Kumbang” yang sebenarnya). 
Serangga ini termasuk kelompok serangga kuno, dengan  serangga tomcat diketahui dari Jaman Triassic atau pemusnahan mahluk hidup di  sekitar 200 juta tahun lalu.
B.     Klsifikasi Ilmiah Serangga Tomcat
Kerajaan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2M3F39eyUqh8KhTWrSv19ZqWAUqV3WJLlNzufTRmjxwLRU-1rINU2GXMg8g6yU0vEHjgEo0SO6FXszH7IUATmKpnTmX4YjNKU2I0HEuk8PT7OvgwYUEn0TDvB7Odh8qJ1EhkuySSkMa_q/s1600/tomcat+paederus+fuscipes+1.jpg:Animalia
Filum
:Antropoda
Kelas
:Insacta
Ordo
:Celeoptera
Upaordo
:Polyopgaha
Infraordo
:Staphyliniformia
Superfamili
:Staphylinoidea
Famili
:Staphylinoidea
Upafamili
Spesies
:Staphylinoidea
: Paederus fuscipes

C.    Marfologi Serangga Tomcat
Seperti bisa diduga untuk suatu keluarga kumbang yang besar, terdapat variasi besar di antara spesies. Ukuran berkisar antara 1 hingga 35 mm (1,5 inci), dengan sebagian besar di kisaran 2-8 mm, dan bentuk umumnya memanjang, dengan beberapa serangga tomcat yang berbentuk bulat telur. Badannya berwarna kuning gelap di bagian atas, bawah abdomen dan kepala berwarna gelap. Pada antena kumbang biasanya 11 tersegmentasi dan filiform, dengan clubbing moderat dalam beberapa generasi kumbang.
http://albiguraa.com/foto_berita/43TOMCAT.jpg
 






Biasanya, kumbang ini terlihat merangkak di kawasan sekeliling dengan menyembunyikan sayapnya dan dalam sekali pandang ia lebih menyerupai semut. Apabila diganggu kumbang ini akan menaikkan bahagian abdomen supaya kelihatan seperti kala jengking untuk menakutkan musuh.
D.    Habitat Serangga Tomcat
Habitat lingkungannya berupa tambak liar dan ada sedikit semak-semak. Sebenarnya serangga tersebut bersifat kosmopolitan, artinya berada dimana-mana dan suka daerah yang lembab, bisa di lantai tanah maupun lantai keramik juga bisa. Tempat yang lembab dan tanaman, seperti padi dan jagung merupakan wilayah yang paling disukai. Mereka termasuk salah satu predator wereng. Serangga ini merupakan kelompok serangga pertanian, sebagai Predator dari hama pertanian seperti wereng dan lainnya.
E.     Ciri-ciri Serangga Tomcat (Paederus fuscipes)
Ciri-Ciri Serangga Tomcat Inilah beberapa ciri-ciri serangga Tomcat :
1.      Tomcat berwarna dominan hitam kecoklatan dengan sayap berwarna biru kehitaman. Bagian perutnya berwarna oranye kemerah-merahan.
2.      Tomcat terlihat seperti semut dengan antenanya namun tubuhnya lebih panjang.
3.      Tomcat biasa ditemukan di daerah lembab karena itulah habitat aslinya. Biasanya Tomcat berkembang biak di sawah, sekitar sungai, dan rawa-rawa.
4.      Tomcat sangat tertarik pada cahaya, terutama cahaya lampu. Biasanya serangga ini terbang mengitari lampu.
5.      Tomcat biasanya terbang berkelompok namun hanya kelompok kecil. Namun tak jarang juga mereka terbang sendirian.
F.     http://4.bp.blogspot.com/-A2hY6EiZ_gY/T2qSPdPfuxI/AAAAAAAABvw/sM7pQHZOxuQ/s1600/tomcat+paederus+fuscipes+2.jpghttp://1.bp.blogspot.com/-4Su28Il16_U/T2qT8yBfB2I/AAAAAAAABwI/EGlclSuxqLo/s1600/tomcat+paederus+fuscipes+0.jpgCara Tomcat Berkembang Biak  




Kumbang Paederus fuscipes atau Tomcat berkembang biak di dalam tanah dan tempat-tempat yang lembap, seperti galengan atau pematang sawah, tepi sungai, daerah berawa dan hutan. Telurnya diletakkan di dalam tanah, begitu pula larva dan pupanya yang juga hidup dalam tanah."Setelah dewasa (menjadi kumbang) barulah serangga ini keluar dari dalam tanah dan hidup pada tajuk tanaman," kata guru besar Entomologi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ir. Aunu Rauf, M.Sc  Selasa, (20 Maret 2012).
G.    Siklus hidup Serangga Tomcat
Siklus hidup serangga ini terdiri dari telur, Larva, Pupa Dan Imago (Serangga Dewasa) dari sejak telur diletakkan hingga menjadi kumbang dewasa sekitar 18 hari, dengan perincian stadium telur 4 hari, larva 9 hari, dan pupa 5 hari. Kumbang dapat hidup hingga 3 bulan. Seekor kumbang betina dapat meletakkan telur sebanyak 100 butir telur.
H.    Perbedaan Jantan dan Betina
Serangan Tomcat yang tengah melanda beberapa daerah cukup membuat masyarakat setempat resah. Masyarakat diminta lebih waspada terhadap Tomcat betina, karena mengandung lebih banyak racun. Pakar entomologi (ilmu tentang serangga) dari Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Aunu Rauf mengatakan, racun pada Tomcat terkandung dalam cairan darahnya. Dalam darah Tomcat, terdapat 'pederin' yang apabila terkena kulit manusia akan menimbulkan iritasi. Pederin sendiri dihasilkan oleh bakteri endosimbion. "Yang menarik bahwa endosimbion lebih banyak ditemukan pada serangga betina dibandingkan serangga jantanUntuk membedakan antara Tomcat jantan dan betina, lanjut dia, dapat dilihat dari ukurannya. Tomcat betina lazimnya memiliki ukuran lebih besar dari pada Tomcat Jantan Aunu menambahkan, Tomcat sebenarnya tidak menggigit. Namun apabila tergencet, maka cairan tubuh Tomcat akan langsung mengenai kulit dan menyebabkan iritasi yang cukup parah. Luka iritasi ini biasanya akan sembuh dalam 5 -10 hari. "Jika dihinggapi Tomcat, jangan ditepuk.
I.       Racun Yang Terdapat Pada Serangga Tomcat
Tomcat tidak mengigit atau pun menyengat. Tomcat akan mengeluarkan cairan secaraotomatis bila bersentuhan atau bersentuhan dengan secara langsung. Gawatnya, Tomcat juga akan mengeluarkan cairan racunnya ini pada benda-benda, ataupun benda-benda lainnya. Pada jenis serangga tertentu, terdapat cairan yang diduga 12 kali lebih kuat dari bisa ular kobra. Cairan hemolimf atau toksin ini disebut sebagai 'Aederin' (C24H43O9N) Jika sudah terkena dermatitis, segera bersihkan seprei, sapu tangan, handuk, pakaian maupun benda-benda yang disinyalir terkena racun tomcat.
J.      Pencegahan serangan Tomcat terhadap manusia
  1. Untuk menghindari gangguan Tomcat dapat dilakukan dengan mengurangi penerangan dan menutup rapat jendela `serta pintu rumah.
  2. Hindari duduk di bawah penerangan lampu
  3. Pasang kelambu dan menggunakan pakaian yang tertutup juga dapat mengurangi kontak ke badan
  4. Gunakan lotion anti serangga sebelum tidur
  5. Apabila serangga ini masuk rumah dan menempel pada kulit kita, upayakan jangan diganggu atau digencet karena akan mengeluarkanm cairan racun paederin yg dapat nmenyebabkaniritasi kulit dengan gejala memerah dan melepuh seperti terbakar (dermatitis).terlebih apabila di garuk, tapi diusir dengan ditiup atau diusir dengna kain.
  6. Apabila cairan racun serangga ini sudah menempel di kulit atau di baju segera basuh dengan air sabun hingga bersih , karena efek racun ttersebut belum akan bereaksi dengan kulit hingga 12 -36 jam.
K.    Pengendalian Serangga Tomcat
  1. Upaya pegendalian yang mungkin dapat diupayakan yaitu dengan memasang perangkap lampu pada malam hari. Memasang perangkap kuning berperekat pada pertanaman juga dapat mengurangi poppulasi serangga tersebut.
  2. Penyemprotan tanaman dengan pestisida nabti berbahan tanaman mimba, serai wangi, minyak cengkeh dsb. di sekitar rumah.
  3. Menjaga keseimbangan predator dan mangsa.
L.     Pran Serangga Tomcat Dalam Kehidupan Manusia
"Kumbang Paederus fuscipes tergolong serangga predator yang makan pada serangga lain. Kumbang ini banyak dijumpai di sawah, dan merupakan musuh alami dari hama-hama padi," Pada siang hari, kumbang tomcat aktif berjalan cepat menyusuri rumpun padi untuk mencari mangsanya yang berupa hama-hama padi, termasuk hama wereng cokelat. Kumbang tomcat juga bisa ditemukan di pertanaman kedelai, jagung, kapas, tebu dan sejenisnya.
Jadi, sebetulnya kumbang tomcat ini adalah serangga yang bermanfaat bagi petani karena membantu mengendalikan hama-hama padi.
Namun, Tomcat saat ini juga menyerang manusia, seperti yang terjadi pada warga kompleks apartemen di Surabaya. Kemungkinan pemukiman itu dibangun di lokasi perkembangbiakan binatang ini. Di sisi lain, populasi kumbang meningkat menjelang berakhirnya musim hujan.







BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Dari uraian di atas yang telah di jelaskan pada bagian sebelumnya, maka dapat kami simpulkan adalah sebagai berikut:
·         Semut Semai atau Serangga Tomcat : Paederus fuscipes, disebut pula Kumbang (Rove Beetle) atau dengan nama daerah Semut Kayap Charlie di Indonesia, adalah kelompok utama dari hewan beruas “Antropoda” yang termasuk dalam keluarga besar Kumbang (Staphylinidae), terutama dibedakan oleh panjang pendeknya penutup pelindung  ("sayap berlapis") yang meninggalkan lebih dari setengah dari perut mereka terbuka.
·         Jika terkena Tomcat, segera basuh dengan air sabun dan oleskan salep Hydrocortisone 1% atau salep Betametasone + Antibiotic Neomycin Sulfat 3x sehari atau salep Acyclovir 5%.
·         Jangan menyalakan lampu pada malam hari karena serangga Tomcat suka dengan tempat yang terang.
·         Semprot dengan obat anti serangga agar serangga Tomcat menyebar luas.
·         Serangga Tomcat memiliki racun yang sangat berbahaya, walau begitu serangga Tomcat memiliki dampak positif antara lain dapat membasmi hama wereng yang biasanya ada di padi yang baru dipanen.
B.Saran-saran
Pada akhir makalah ini, kami dari penulis akan memberikan bebarapa saran, yaitu sebagai berikut:
1.      Dengan terselesainya makalah Serangga Tomcat (Paederus fuscipes) ini maka kami menyarankan, agar kita semua lebih memperdalam lagi mempelajari tentang  “Entomologi” dalam kehidupan kita sehari-hari.
2.      Kepada Teman-teman, kami harapkan agar kiranya tetap berusaha di dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan pengamatan yang lebih dalam.



DAFTAR PUSTAKA

http://en.wikipedia.org/wiki ,  Paederus fuscipes. Di akses 2012/09/18. Banda Aceh

http://suarasurabaya.blogspot.com, Tomcat menyerbu surabaya. Di akses 2012/09/18. Banda Aceh



Tidak ada komentar:

Posting Komentar